Info Anda post authorel 01 April 2020 177

Banyak Minum Empon-Empon dan Terus Berpikir Positif

Photo of Banyak Minum Empon-Empon dan Terus Berpikir Positif PERAWATAN - Berbagai cara dilakukan tenaga medis dalam merawat pasien Covid-19, di antaranya dengan senam, teknik akupuntur, dan mengkonsumsi empon-empon.

Kisah Purwanti, pasien covid-19 yang kini dinyatakan sembuh, bisa menjadi masukan untuk penanganan pasien covid-19 yang saat ini masih dalam perawatan. Selama dalam perawatan Purwanti terus merasa kehausan yang kemudian meminum ramuan-ramuan.

Purwanti adalah pasien yang sempat dinyatakan positif Covid-19 asal Kota Solo, Jawa Tengah. Ia mengaku, memang tidak merasakan gejala apa pun, seperti yang dirasakan kebanyakan orang terjangkit Covid-19. Purwanti diduga tertular Covid-19 dari suaminya.

Awalnya sang suami mengikuti seminar di Bogor, Jawa Barat, pada 24-29 Februari 2020. Malam hari setelah tiba di Solo, suaminya mengalami demam. Waktu itu, ia hanya memberikan obat biasa dari warung untuk mengobati suaminya.

"Waktu itu kan malam, Pak, terus cuma diobati biasa sampai pagi. Pagi kok saya pegang gini kok masih anget gitu, Pak. Terus saya periksa ke klinik. Terus habis itu udah reda panasnya. Tapi hari Jumat kok panas lagi, terus dibawa ke RS Yarsis. Dokter bilang bapak sakit tifus," cerita, saat dihubungi Gubernur Jateng, ganjar Pranowo.

Demam di tubuh suaminya tak kunjung turun. Sang suami kemudian menjalani rawat inap dan dirujuk ke RSUD Moewardi, Solo. Di sana, suaminya menjalani tes swab dan dinyatakan positif corona hingga akhirnya meninggal dunia. Purwanti pun pun kemudian dijemput oleh tim medis dari RSUD Dr Moewardi untuk dirawat di ruang isolasi.

Ibu tiga anak tersebut bercerita, ia tak mengalami batuk, pilek, demam tinggi, serta sesak napas. Namun, ketika diisolasi di rumah sakit, Purwanti terus-menerus merasa kehausan.

"Waktu dirawat saya ditanya dokter keluhannya apa, ndak ada. Cuma waktu di rumah sakit itu rasane ngelak (haus) gitu lho, Pak. Minum terus gitu rasane (rasanya) cuma itu thok (saja),” ujar Purwanti.

Rutin minum empon-empon Purwanti meyakini bahwa kondisi daya tahan tubuhnya dipengaruhi oleh apa yang selalu ia konsumsi. Dia mengatakan rutin mengonsumsi empon-empon semenjak almarhum suaminya dirawat di rumah sakit.

"Dari awal almarhum suami masuk ke Moewardi, saya tiap hari minum vitamin itu lho, Pak. Saya di rumah gitu sama kakak juga dibuatin jamu. Ramuan jamu-jamu itu lho, Pak. Macam-macam jamu, semua empon-empon dicampur jadi satu tak minum," bebernya.

Cerita Purwanti bisa menjadi salah satu contoh dalam menangani kasus-kasus pasien virus corona yang semakin banyak. Selain mengkonsumsi empon-empon, menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, juga merupakan cara untuk mencegah diri tertular Covid-19.

Namun demikian, perlu diingat bahwa untuk meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh tidak hanya soal asupan makanan. Hal itu juga ditunjang dengan sikap kita dalam mengantisipasi virus.

“Physical distancing, jangan main-main dengan virus. Mau sehat kayak apa kalau dikeroyok virus yang daya tularnya tinggi, tengkurep juga kita!” ujar Dokter Ahli Gizi, Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum.

Soal asupan makanan, yang terpenting adalah pola makan seimbang. Sesuai dengan panduan resmi dari Kementerian Kesehatan, makanan bergizi seimbang adalah lauk-pauk, buah-buahan, sayuran, dan makanan pokok.

“Kalau kebanyakan salah salah satu jenis makanan, sudah tidak seimbang lagi,” kata Dokter Tan.

Dalam pengolahan makanan, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini, yaitu mencuci dahulu sayur dan buah dengan bersih. Lauk dimasak matang, hindari gula, garam dan lemak berlebihan. Kemudian, masyarakat harus mengikuti Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) seperti cuci tangan dengan sabun.

“Tangan bersih tapi meja enggak dilap. Ingat, kita sekarang berhadapan dengan virus yang enggak terlihat. Pegang-pegang fasilitas publik, habis cuci tangan ya percuma. Pakai sarung tangan lebih konyol lagi. Mindahin virusnya ke mana-mana,” kata dia.

Upaya lain untuk meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh adalah cukup istirahat. “Tujuh jam tidur. Tubuh bukan versi kuota unlimited,” lanjut Dokter Tan.

Selain itu, mendapatkan matahari pagi yang cukup juga bisa membantu meningkatkan imunitas. Bukan mataharinya mematikan virus, tapi membuat tubuh mampu bikin vitamin D3. Ini yang disebut meningkatkan kekebalan tubuh.

Matahari memiliki 3 gelombang cahaya yakni UVA, UVB dan UVC. UVA ada sejak subuh, dan merupakan gelombang terpanjang matahari. UVA ini tidak dibutuhkan oleh tubuh dan dapat menimbulkan risiko kanker dan keriput.

UVC tidak masuk ke bumi karena diserap atmosfer karena ukuran gelombangnya pendek.

Sementara, gelombang ke tiga adalah UVB yang akan sampai ke bumi saat matahari mulai dekat sekitar pukul 10.00. UVB inilah yang bermanfaat untuk tubuh. Untuk mendapatkan sinar matahari ini bisa dilakukan cukup selama 15 menit.

“Dapatkan cahaya matahari cukup, kena kulit langsung, jam 10 pagi, 15 menit. Agar UVB yang mengandung pro vitamin D bisa dibuat tubuh menjadi vitamin D3 yang berperan dalam sistem imunitas,” pungkasnya. (cnn/lip/pas)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda