Ketapang post authorBob 26 Maret 2020 14,549

PT BSM Datangkan WNA China di Tengah Wabah Covid-19

Photo of PT BSM Datangkan WNA China di Tengah Wabah Covid-19

KETAPANG, SP - Di tengah wabah Covid-19 yang melanda Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar), hingga saat ini masih ada seorang Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Kabupaten Ketapang. Padahal sebelumnya Bupati Ketapang, Martin Rantan melarang perusahaan untuk mendatangkan WNA sesuai arahan dari Gubernur Kalbar.

Saat dikonfirmasi, Legal Corporate PT KIP Grup, Hermawan membenarkan adanya WNA yang datang ke PT BSM, namun diakuinya kedatangan WNA sudah dikoordinasikan termasuk dengan pihak Dinas Kesehatan.

“Sudah kita sampaikan, untuk waktunya penyampaian itu kapan nanti saya infokan lagi,” katanya, Kamis (26/3).

Namun, saat dikonfirmasi kembali, Hermawan tidak merespon telepon awak media.

Sementara itu, Kasubsi Teknologi Informasi, Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Ketapang, Dhani membenarkan adanya Warga Negara Asing (WNA) asal negara China yang masuk ke Ketapang.

“Sesuai laporan dari pihak perusahaan ke Imigrasi, WNA yang masuk ke Ketapang tepatnya di PT BSM pada Selasa (24/3),” terangnya.

Dhani melanjutkan, dari informasi yang didapatnya WNA tersebut sebelum masuk ke Ketapang terlebih dahulu melakukan transit dari China ke Thailand.

“Di Thailand WNA ini sempat diisolasi 14 hari baru habis itu ke Jakarta dan lanjut ke Ketapang,” jelasnya.

Dhani menerangkan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada pihak perusahaan agar tidak langsung masuk kerja dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhadap WNA tersebut.

“Pengakuan pihak perusahaan juga akan memeriksakan kesehatan WNA ke Dinkes Ketapang, apakah itu dijalankan dan imbauan kita dilakukan kembali ke internal perusahaan,” kata dia.

Terkait adanya larangan WNA masuk sesuai Permen Nomor 8, Dhani menjelaskan sesuai Permen tersebut berbunyi pemberhentian untuk seluruh WNA yang menggunakan visa kunjungan saat kedatangan dihentikan.

“Kalau WNA yang masuk PT BSM menggunakan Kitas itu boleh selama ada kepastian bebas virus Corona dari otoritas setempat,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Farhan mengaku adanya WNA yang masuk ke Ketapang, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami akan lakukan koordinasi, karena WNA yang masuk tentu menggunakan pasport resmi dan masuk melalui bandara yang tentunya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai SOP dalam penanganan Covid-19,” katanya.

Farhan menambahkan kalau dirinya akan memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami mengaku pihaknya akan melakukan pengecekan di PT BSM.

“Waktu masuk belum ada koordinasi dengan kami, tapi tentu kami akan lakukan pemantauan dan pengecekan,” akunya.

Rustami menilai, sebelum masuk ke Indonesia tentu WNA tersebut telah dilakukan pemeriksaan dan karantina, dan sesuai prosedur WNA tersebut diminta untuk memonitoring diri selama 14 hari agar tidak berinteraksi dengan orang ramai.

“Kalau misal ada sakit maka statusnya ODP, kalau sehat dia harus monitoring diri dan tidak berinteraksi dengan orang ramai selama 14 hari, kami akan cek dan sampaikan prosedur ini ke perusahaan,” terangnya.

Rustami meminta kepada masyrakat untuk dapat memberikan informasi kepada pihaknya, jika ada orang yang baru datang ke Ketapang dari wilayah terjangkit agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

“Informasi dari masyarakat sangat diperlukan mengingat kami tidak bisa 24 jam mengawasi siapa saja yang masuk, sehingga peran aktif masyarakat sangat kami perlukan,” pungkasnya. (teo)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda