Kubu Raya post authorel 01 April 2020 74

KOTG Pasang Bilik Disinfektan Organik di Rasau Jaya

Photo of KOTG Pasang Bilik Disinfektan Organik di Rasau Jaya BILIK DISINFEKTAN - Koalisi Orang Tadak Gak (KOTG) memasang dua bilik disinfektan di kawasan Pelabuhan Rasau Jaya dan Simpang 3 Pasar Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (31/3). SUARA PEMRED/SURIA MAMANSYAH

Koalisi Orang Tadak Gak (KOTG) memasang dua bilik disinfektan di kawasan Pelabuhan Rasau Jaya dan Simpang 3 Pasar Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (31/3). Bilik disinfektan sederhana yang dibuat secara swadaya ini diharap dapat membantu memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).

"Pemasangan dua bilik ini sebagai bentuk kepedulian kami pemuda-pemuda Rasau Jaya untuk membantu memutuskan mata rantai penularan virus corona," kata Koordinator Aksi Koalisi Orang Tadak Gak, Ocsya Ade CP, Selasa (31/3) siang.

Ia mengatakan, pemasangan dua bilik ini merupakan aksi lanjutan dari sebelumnya pemasangan empat wastafel dan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah. Pemasangan bilik disinfektan di Pelabuhan Rasau Jaya dikarenakan di sana merupakan pintu keluar masuknya orang lintas kabupaten. Begitu juga di Simpang 3 Pasar Rasau Jaya, merupakan kawasan pusat keramaian.

"Makanya dipandang penting pemasangan dua bilik di lokasi-lokasi ini," katanya.

Kata Ocsya, dua bilik ini merupakan hasil karya kolaborasi pemuda di Desa Rasau Jaya Umum dan Desa Rasau Jaya Satu. Bilik-bilik ini dibuat dari masyarakat untuk seluruh masyarakat. Dapat bebas digunakan kapan saja.

"Jadi, bebas digunakan masyarakat. Demi membantu pencegahan dini. Terima kasih kepada donatur seperti perwakilan Dishub, ASDP, Manggala Agni, toko bangunan serta pengusaha kapal klotok dan para donatur lainnya," ucap Ocsya.

Pemuda Desa Rasau Jaya Umum ini mengajak seluruh masyarakat memiliki kesadaran untuk menyeterilkan fisiknya di bilik yang telah disediakan. Meski seseorang telah disemprot disinfektan ini, bukan berarti bebas dari virus corona jika masih melakukan interaksi langsung.

"Bilik ini fungsinya hanya menyeterilkan sementara fisik kita. Percuma juga jika kita masuk bilik, tapi kita masih interaksi langsung, tidak menerapkan pola hidup bersih atau masih tak mengindahkan social distance," tuturnya.

Kata Ocsya, paling tidak dapar menyeterilkan fisik sementara warga selama masih berada di lapangan. Diharapkan, setelah pulang ke rumah warga bisa menyeterilkan kembali fisiknya dengan mencuci atau mandi menggunakan sabun antiseptik.

 "Bukan berarti setelah masuk ke bilik ini, warga tidak harus mandi atau cuci lagi ketika di rumah. Percuma saja. Bilik ini hanya menyeterilkan sementara. Paling tidak ada upaya dari pemuda untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19" tuturnya.

Seberapa efektif cuka kayu menangkal virus? Cairan disinfektan yang digunakan dalam bilik ini berbahan organik. Yakni, asap cair atau cuka kayu grade 2 hasil produksi Manggala Agni Daops Pontianak yang bermarkas di Rasau Jaya.

"Masyarakat jangan khawatir, bahan cairan yang dipakai bukan kimia. Tapi hasil alam, yakni asap cair putih hasil produksi teman-teman Manggala Agni," kata Ahmad Sarimin, Koordinator Pembuatan Cuka Kayu Manggala Agni.

Lanjut Ahmad mengatakan, asap cair ini memang banyak kegunaannya. Jika asap cair yang hitam atau grade 3, dapat digunakan untuk pertanian. Bisa menjadi zat perangsang tumbuh (zpt) nutrisi tanaman, menambah menyuburkan tanaman, perangsang buah, insektisida pengusir hama tanaman, pencegah virus pada tanaman. Untuk peternakan, asap cair grade 3 ini bisa menjadi penghilang bau kotoran kandang, kuman, bakteri serta menambah bobot daging dan telur.

Kemudian, cuka kayu putih atau asap cair grade 2 bisa diandalkan untuk kesehatan. "Bisa untuk disinfektan, obat gatal, kadas, kurap. Bisa juga untuk mengilangkan bau badan yang tidak sedap, sebagai detoksin penyerap racun dalam tubuh setra pengawet makanan pengganti formalin. Juga sebagai bahan dasar hand sanitizer," jelas Ahmad.

Cairan cuka kayu ini pun tidak membahayakan jika terhirup. Karena, kata Ahmad, cairan cuka kayu grade 1 yang sudah melalui proses penyulingan ini bisa diminum. "Bisa juga untuk mengobati sakit maag. Jadi, kalau untuk disinfektan, tidak diragukan lagi," tutupnya.

Melansir dari laman www.forestdigest.com bahwa disebutkan Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi disinfektan yang bisa dibuat sendiri memakai bahan dasar cuka kayu dan bambu.

Cuka kayu adalah cairan organik alami yang dihasilkan dari kondensasi asap pembakaran. Warnanya kuning-coklat tua dengan bau menyengat karena mengandung pelbagai komponen kimia.

Dari uji coba yang dilakukan BLI, dengan penelitian sejak 2010, cuka kayu dan bambu punya daya bunuh terhadap virus, bakteri, dan kuman 70 kali lipat dibanding alkohol.

“Rasionya 1% cuka kayu lebih efektif dibanding etanol 70%,” kata Ratih Damayanti, peneliti di BLI yang menguji keampuhan cuka kayu ini, 21 Maret 2020.

KLHK pun merilis temuan ini setelah mengujicobanya di kantor BLI di Gunung Batu Bogor, Jawa Barat. Semua ruangan disemprot cuka bambu dan kayu untuk membunuh virus dan kuman yang bersarang di ruang-ruang kantor. “Layak untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona Covid-19,” demikian pers rilis KLHK, 21 Maret 2020.

Sementara itu, Edi Juliadi perwakilan pemuda Desa Rasau Jaya Satu mengajak para pemuda lainnya bersama-sama bergerak membuat aksi sosial berupa pencegahan dini dan memberi bantuan kepada masyarakat terdampak virus corona ini. "Mari kita bersama-sama berbuat. Melakukan aksi sosial untuk masyarakat," ajak pria yang akrab disapa Awank ini. (sms)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda