Melawi post authorKiwi 02 April 2020 82

Tokoh Muda Melawi Indra Sarankan Dana Pilkada Dialihkan Bantu Warga Tak Mampu

Photo of Tokoh Muda Melawi Indra Sarankan Dana Pilkada Dialihkan Bantu Warga Tak Mampu net

NANGA PINOH, SP - Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dipastikan akan tertunda akibat dampak wabah covid-19 di Indonesia. Melawi pun menjadi satu dari 270 daerah yang akan menghadapi Pilkada otomatis yang akan mengalami penundaan pula.

Tokoh muda Melawi, Indra Fahrudi mengungkapkan wacana penundaan Pilkada sendiri sudah dibahas oleh KPU, DPR serta Mendagri. Kepastiannya tinggal menunggu Perppu oleh Presiden Jokowi. Ia pun menilai dengan adanya penundaan tersebut, tentunya akan membuat anggaran Pilkada yang telah disiapkan dalam APBD 2020 tak terserap maksimal.

“Kalaupun sudah final, alangkah baiknya dana untuk penyelenggara Pilkada di alokasikan ke penanggulangan covid-19,” sarannya, kemarin.

Dikatakan, saat ini banyak masyarakat Melawi yang terdampak secara ekonomi akibat mewabahnya corona. Apalagi masyarakat terus diimbau untuk melakukan isolasi di rumah bersama keluarga.

“Alangkah baiknya dana tersebut sebagian disisihkan untuk pembelian sembako yang nantinya diberikan ke masyarakat yang membutuhkan,” sarannya.

Sebab, situasi sekarang ini banyak masyarakat yang begitu takut mencari nafkah demi kelangsungan hidup sehari-hari terutama para buruh, jasa, petani dan lain-lain.

Indra pun meminta seluruh elemen masyarakat bersama hadir sebagai pejuang untuk memerangi covid-19.

“Kita berjuang tidak dengan mengangkat senjata, kita berjuang dengan sederhana cukup dengan menjaga kesehatan, pola hidup sehat, dan mengisolasikan diri di rumah saja agar mata rantai covid-19 bisa kita hentikan. Mari kita lawan,” ajaknya.

Terpisah, Anggota DPRD Melawi, Widya Rima menilai perlu kepedulian semua pihak untuk ikut membantu ekonomi masyarakat, terutama yang kini makin terpuruk akibat dampak mewabahnya covid-19.

"Masyarakat yang punya kelebihan rezeki bisa ikut berbagi karena banyak masyarakat kita sekarang yang makin kesulitan ekonominya," katanya.

Widya sendiri sudah memulai aksi dengan mendistribusikan sejumlah sembako kepada masyarakat tak mampu, baik para buruh kasar, hingga kaum duafa. Menurutnya, keluhan masyarakat soal kondisi ekonominya sering kali ia dengar.

"Semoga pemerintah kita juga memperhatikan persoalan ini. Banyak yang sekarang tak bisa lagi jual getah karet karena penampung tutup. Kalau ada yang beli, harganya pun sangat jatuh. Sementara kebutuhan pokok semakin melambung," ujarnya. (eko/bah) 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda