Ponticity post authorKiwi 02 April 2020 6,106

Gajah Mada Di-Lockdown, Pedagang: Pemkot Tak Pernah Sosialisasi

Photo of Gajah Mada Di-Lockdown, Pedagang: Pemkot Tak Pernah Sosialisasi

PONTIANAK, SP - Mengeliminasi penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, Selasa (31/3), Presiden Jokowi meneken Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

Acuannya, Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang tentang Kekarantinaan Kesehatan. Jika PSBB gagal memutus penyebaran Virus Corona, Jokowi bakal mengaktifkan darurat sipil.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, menutup ruas Jalan Gajah Mada sejak Kamis (2/4). Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penutupan dimulai pukul 09.00-18.00 WIB. Penutupan Jalan Gajah Mada diberlakukan sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Seluruh aktivitas sepanjang Jalan Gajah Mada akan dibatasi. Masyarakat yang akan melintasi jalan tersebut diminta memilih ruas jalan lain. Selain Jalan Gajah Mada, tidak menutup kemungkinan ruas jalan lain juga akan ditutup.

Sementara pembatasan wilayah secara lokal untuk mencegah penyebaran Covid-19, sebenarnya juga telah dilakukan masyarakat adat dengan menggelar ritual tolak bala atau tutup kampung.

Semacam local lockdown. Sebab, ritual adat diikuti dengan pelarangan warga setempat untuk keluar rumah, dan warga dari luar kampung dilarang untuk memasuki kampung tersebut.

Penutupan terbatas Jalan Gajah Mada oleh Pemkot Pontianak, mendapat reaksi beragam dari masyarakat, terutama para pedagang. Menurut mereka, Pemkot tidak pernah mensosialisasi ke pedagang terkait dengan penutupan Jalan Gajah Mada.

“Tak pernah ada pemberitahuan atau sosialisasi. Kita hanya dengar-dengar dari berita saja," kata seorang pedagang Sembako di Pasar Flamboyan, Analia, saat ditemui Suara Pemred, Rabu (1/4). 

Analia mengakui, penutupan tersebut sudah tentu berdampak pada usahanya. Namun, dia mengerti, bahwa dalam mengambil kebijakan, Pemkot Pontianak sudah melalui analisis yang cukup ketat dan penuh pertimbangan. Oleh sebab itu, dirinya akan tetap mendukung program ini. 

"Inikan pasti sudah dirapatkan sama pemerintah dan untuk kebaikan kita semua. Kita pasti dukung lah," ungkapnya. 

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda