Sambas post authorelgiants 24 Maret 2020 806

ODP Covid-19 Bertambah

Photo of ODP Covid-19 Bertambah POSKO CORONA - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas membangun 29 posko untuk pencegahan penyebaran virus covid-19.

SAMBAS, SP - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fattah Mariyunani mengatakan, saat ini warga Sambas yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) semakin bertambah.

Hal ini dikarenakan pelintas Warga Negara Indonesia (WNI) di PLBN Aruk yang pulang dari Malaysia semakin ramai, bahkan dalam sehari mencapai 400an orang. WNI yang teridentifikasi demam juga meningkat. Demikian juga pelintas yang lewat jalur tikus yang berhasil diamankan aparat.

“Nah, data yang dapat kami kumpulkan bahwa sampai semalam, Orang Dalam Pemantauan (ODP) itu sudah 426. Selanjutnya petugas puskesmas dan tim dokter akan memantau ke rumah-rumah mereka untuk follow up. Jika sewaktu-waktu mereka (WNI) sakit, maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit," ungkap Fattah.

Fattah mengungkapkan bahwa terkait ODP yang pulang dari Malaysia, pastinya banyak yang lolos pemeriksaan, baik itu karena memang belum ada pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan pelintas yang lewat jalur tikus.

Untuk melacak WNI itu, pihaknya mendata dengan melibatkan kepala desa.

"ODP ini kita datangi untuk diperiksa kesehatannya tanpa dikenakan biaya," ujarnya.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Fattah, ada lima orang dan satu orang dinyatakan negatif corona.

"Sampai kemarin yang dirawat di RSUD Sambas dua orang PDP masih menunggu hasil laboratoroum dan kemarin (hari ini) bertambah satu PDP, lalu di RSUD Pemangkat kemarin juga ada masuk lagi PDP dan total dengan yang dirawat di RSUD Abdul Azis Singkawang menjadi lima orang PDP. Satu orang PDP di RSUD Soedarso dinyatakan negatif," ujarnya.

Terkait Alat Pelindung Diri (APD), dikatakan akan segera tiba di Kabupaten Sambas.

"Sebelumnya ada beberapa set (APD) memang tidak mencukupi. Kita sudah komunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mereka mau mengedrop (mengirimkan) ke sini, meskipun sebenarnya kita mau jemput ke sana," paparnya.

Sedangkan APD yang sebelumnya sudah dipesan sendiri, lanjut Fattah, beberapa sudah datang namun tidak penuh dalam satu set.

"Baju dan lain-lain saat ini juga dalam perjalanan. Ini nanti akan segera kita drop ke RSUD Sambas, Pemangkat dan Puskesmas, terutama Puskesmas Kecamatan Sajingan karena sortir pasien dari PLBN Aruk dilakukan di sini," jelas Fattah.

Pemkab Sambas melaui Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas juga sudah mengajukan permintaan alat Rapid Test corona.

Fattah mengatakan bahwa salah satu garda terdepan pencegahan masuknya corona di Kabupaten Sambas adalah Puskesmas Sajingan di Kecamatan Sajingan Besar.

"Ada lima buah ambulans di Sajingan yang kita siapkan dengan petugas kesehatan sebanyak 30an personel. Alhamdulillah kabar mereka saat ini masih bersemangat dan sehat, meskipun memang ada keterbatasan Alat Pelindung Diri, karena itu APD yang ada memang akan segera diarahkan ke sana," tukasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo mengatakan sampai dengan saat ini sudah ada 29 posko yang disiapkan oleh Pemkab Sambas untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Oleh karenanya, ia berharap agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi kasus ini.

"Kami harapkan masyarakat jangan sampai panik dengan virus ini," ujarnya saat melaksanakan konferensi pers di Dinkes Sambas.

"Kami sudah buat posko sekitar satu Minggu lalu dan kami bekerja dibantu PLBN Aruk. Kami rekap bisa selesai sampai jam 10 malam. Nanti data kita himpun semua dan nanti menjadi dasar kami bergerak," tegasnya.

Dengan data yang ada, kata Ganjar, mereka akan selalu memonitor perkembangan di lapangan sampai dengan ke kecamatan agar tidak meluas.

Saat ini ada kurang lebih 426 orang yang sudah dicatat sebagai Orang Dengan Pemantauan (ODP) di Kabupaten Sambas.

Oleh karenanya, mereka akan terus berfokus pada pengurangan jumlah ODP di Sambas dan meminimalisir agar tidak menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Oleh karenanya, kami harapkan untuk ODP tetap bisa melaksankan isolasi diri, sosial distance dan Germas," ungkapnya.

Masyarakat juga tidak usah panik. Sekiranya ada gejala atau sedang mengalami batuk, pilek dan demam, bisa datang atau melaporkan ke posko-posko di Kabupaten Sambas. (noi/bah)

Kaji Penetapan KLB

Sementara itu, dari hasil pantauan di lapangan, sejak dikeluarkannya imbauan Bupati Sambas, yang satu di antaranya masyarakat menjaga jarak (social distance), warga justru masih tetap berkumpul di cafe dan warung-warung kopi.

Meskipun cafe dan tempat berkumpulnya warga sudah didatangi oleh aparat kepolisian dan Satpol PP, para pelajar ini masih bergeming.

Menanggapi itu, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili akan meningkatkan status daerah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Dengan diumumkan KLB kelak masyarakat harus patuh karena harus ada upaya optimal unfuk menangkal virus ini. Ini kami tetapkan sebagai upaya tanggung jawab kami kepada masyarakat," kata Atbah, Senin (23/3).

Meningkatkan kesiap-siagaan demi mengantisipasi merebaknya covid-19 di Sambas sangat penting dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman.

"Setelah kita tetapkan KLB untuk seminggu kemudian akan kita berlakukan secara total di Sambas," tegas Atbah.

Hal ini tentu akan berimplikasi kepada pelayanan publik dan lainnya, oleh karenanya, Atbah akan mematangkan kajian sebelum menetapkan KLB.

"Yang pasti akan berimplikasi kepada pelayanan kantor-kantor dan seluruh instansi yang ada di Sambas tentang pelayanannya dan juga kepada pegawai kita yang ada di Singkawang," tuturnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan dampak dari ditetapkan KLB.

Salah satunya adalah kemampuan pemenuhan pangan dan sembako yang harus tersedia di pasaran.

"Kita akan kaji implikasi tentang ketahanan pangan. Kita akan mengidentifikasi masyarakat yang barangkali berefek terhadap kemampuan pangan. Untuk itu, kami akan kerahkan bagaimana kemampuan pangan kita dan Pemda bisa menghandle (menangani) dalam beberapa waktu," pungkasnya. (noi/bah)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda